Jumat, 15 November 2019

Apakah Makna Dari Nasi Tumpeng Yang Berbentuk Kerucut?

Tumpeng adalah sajian adat yang menemani acara syukuran di Jawa, penyajiannya juga tidak bisa asal-asalan sebab dianggap membawa kesejahteraan serta hidup damai.

Tumpeng nampaknya sudah jadi lambang persembahan semenjak jaman dulu, memiliki bentuk yang kerucut memvisualisasikan gunung yang dulu diakui jadi tempat peristirahat beberapa arwah nenek moyang. Tidak lama sesudah warga Jawa mulai berpedoman Hindu, tumpeng juga dihubungkan dengan gunung Semeru, Jawa Timur jadi tempat beberapa dewa, banyak jenis dari nasi tumpeng bahkan ada yang berbentuk mini, nah untuk Pesan Nasi Tumpeng Mini anda bisa kunjungi ke web nya royaltumpeng.com.



Sesudah agama Islam masuk, filosofi tumpeng juga kembali berkembang serta sesuai dengan filosofi Jawa. Memiliki bentuk pada umumnya melambangkan keinginan, kesehatan, kesejahteraan, serta persembahan untuk Tuhan. Cabai merah serta bawang merah sering ditusukkan di puncak tumpeng jadi permintaan supaya keinginan dipenuhi.

Pada zaman dulu, sesepuh yang pimpin doa selamat biasanya menerangkan makna yang terdapat di balik nasi tumpeng. Kemudian pucuk tumpeng dipotong jadi pancer,. Sisi itu lalu di potong jadi empat jadi simbol faktor alam dalam diri manusia.

Air melambangkan karakter yang sejuk serta tidak sombong, api untuk semangat buat orang lain, udara, tidak pilih kasih, serta tanah, sebaiknya hidup sabar serta terima. Sisi ini nanti akan ditambah lagi lauk serta dipersembahkan pada Tuhan. Tetapi, sekarang banyak yang memangkas ujung tumpeng untuk beberapa sesepuh atau golongan yang dituakan.

Tumpeng tidak komplet tanpa ada hidangan lauknya yang sarat arti, dengan tradisionil ada tujuh lauk yang diberikan. Tujuh disimpulkan jadi pitu dalam bahasa Jawa yang melambangkan pitulungan (pertolongan).

Klubanan umumnya dibuat dari bayam (dingin ayem), tauge (kesuburan, kemakmuran, hidup gampang), kacang panjang (usia panjang), serta kangkung (fleksibel serta gampang menyesuaikan). Lodeh keluwih melambangkan keinginan, kemakmuran, serta kaya dalam soal material dan pengetahuan.

Ayam jago satu ekor dibuat dengan bumbu kuning lalu dikasih santan jadi simbol menyembah Tuhan dengan utuh serta melepas karakter sombong manusia. Ikan tidak lupa masuk dalam hidangan pendamping tumpeng, umumnya yang dimasukkan ialah ikan lele (simbol ketabahan serta keuletan) serta ikan teri (lambang kerukunan).

Telur harus diberikan utuh, bukan diproses jadi dadar sebab melambangkan semua aksi harus dibikin sesuai dengan gagasan yang masak serta manusia memiliki derajat sama di mata Tuhan. Umbi- umbian tidak bisa mangkir sebab merepresentasikan kesederhanaan serta tidak sombong. Satu nampan jajanan pasar juga diberikan supaya sang empunya hajatan memiliki banyak rekan.
Load disqus comments

0 komentar