Senin, 16 Desember 2019

Bagaimana Diabetes Mempengaruhi Kesehatan Gigi

Penyakit gusi dan kehilangan gigi merupakan komplikasi dari diabetes. Menurut sebuah artikel yang diterbitkan dalam Journal of of Evidence-Based Dental Practice pada bulan September 2012, fakta-fakta tersebut memungkinkan seorang dokter gigi untuk bisa membantu mengidentifikasi kasus-kasus sebelumnya tidak terdiagnosis diabetes tipe 2. Dari informasi ini, dapat disimpulkan dokter gigi memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi potensi kasus diabetes dan melaporkan pengamatan mereka ke dokter pasien.



Studi lain yang serupa memandang wanita yang telah didiagnosa menderita diabetes gestasional, yang menempatkan mereka pada risiko untuk mengembangkan diabetes tipe 2. Peneliti di Tulane University di New Orleans di Amerika Serikat memandang penyakit gusi sebagai prediktor kemungkinan untuk pengembangan diabetes tipe 2 pada wanita.

Diabetes tipe 2 menyerang hampir setiap daerah tubuh Anda. Tetapi ada satu area di mana penekanan perhatian sering dilupakan adalah di mulut. Ketika diabetes memungkinkan kadar gula darah menjadi tinggi, kerusakan pada gigi dan gusi bisa menjadi parah. Jika kondisi ini tidak dikontrol, hasilnya bisa berubah bencana.

Gingivitis adalah awal penyakit gusi yang dimulai dari penumpukan bakteri yang kemudian menyerang gusi sensitif. Bakteri secara alami ada dalam mulut, itulah sebabnya mengapa menyikat gigi dan flossing sangat penting untuk membersihkan mulut dari pertumbuhan bakteri ini sesering mungkin. Gula dan pati lebih mempercepat pertumbuhan bakteri ini. Pertumbuhan ini sangat cepat berubah menjadi penumpukan dikenal sebagai plak. Jika plak akan tetap tinggal pada gusi, maka semakin menimbulkan kerusakan pada gigi.

Ketika gingivitis dibiarkan dengan cara-cara yang merusak, maka akan berkembang menjadi periodontitis. Sekarang, kerusakan mulai berdampak lebih dari sekedar di permukaan gusi. Periodontitis bekerja menghancurkan segala sesuatu dari jaringan lunak di gusi ke tulang itu sendiri. Tulang menjadi lemah dan, sebagai akibatnya gigi mulai mengendur dan akhirnya rontok.

Kerusakan rongga gigi (gigi berlubang) terjadi ketika bakteri bercampur dengan makanan yang kita makan dan mulai untuk menutupi gigi kita. Sementara seluruh permukaan gigi beresiko, daerah yang paling beresiko dapat mengalami kerusakan lanjutan adalah bagian atas gigi dimana lubang terbentuk. Karena plak mengandung asam, maka semakin mempertinggi tingkat asam yang masuk. Plak juga sangat dipengaruhi oleh kadar gula darah yang lebih tinggi.

Jadi pada intinya, jika gula darah semakin di luar kendali, maka semakin banyak plak yang timul dan lebih banyak menyebabkan kerusakan gigi.

Dari hasil ini disimpulkan penyakit gigi dan gusi bisa menjadi salah satu faktor dalam perkembangan diabetes tipe 2.

Dengan begitu banyak faktor yang bisa menyerang dalam mulut, apa yang dapat dilakukan untuk melawan? Ada beberapa cara untuk menjaga kesehatan mulut:

Hal paling penting untuk diingat adalah untuk menjaga tingkat kadar gula darah. Ini adalah kunci untuk semuanya. Paling tidak harus mengontrolnya agar kesehatan mulut tidak dalam bahaya.
Merawat gigi dengan meyikat gigi dan membersihkan gigi dengan benang gigi secara teratur.

Mengunjungi dokter gigi secara teratur adalah penting, terutama jika Anda berada pada risiko tinggi untuk diabetes.

Load disqus comments

0 komentar