Kamis, 20 Februari 2020

Penghilang Rasa Sakit Dikala Melahirkan

Ada banyak sekali macam pilihan penghilang rasa sakit yang dapat Anda pilih ketika melahirkan Penghilang Rasa Sakit Saat Melahirkan


Penghilang Rasa Sakit Saat Melahirkan. Ada banyak sekali macam pilihan penghilang rasa sakit yang dapat Anda pilih ketika melahirkan. Setiap metode niscaya ada kelebihan dan kekurangannya. Yuk, cari tahu sebelum Anda memilih pilihan.

Penghilang Rasa Sakit Saat Melahirkan


Intrathecal Labor Analgesia (ILA)

Cara kerja: Dengan menyuntikkan anestesi ke syaraf punggung bawah. Efeknya bertahan hingga 6-7 jam.
Kelebihan:
  • Obat ini hanya bekerja pada syaraf tidak besar lengan berkuasa pada janin, akan dikeluarkan dari badan lewat urin.
  • Anda dapat bebas bergerak dan dapat makan atau minum menyerupai biasa.
Kekurangan: Bila persalinan ternyata berlangsung lebih dari 6-7 jam, Anda harus mengulangi mekanisme penyuntikan kalau ingin menghilangkan rasa sakit.



Baca juga : Beberapa Penyebab Wanita Sulit Hamil


Pethidine

Cara kerja: Ada dua, yaitu dengan cara disuntikkan ke otot, biasanya di penggalan paha atau bokong. Efeknya terasa dalam 2-3 jam. Cara lain ialah lewat infus yang disalurkan ke pembuluh vena. Efeknya eksklusif terasa dalam beberapa menit.
Kelebihan:
  • Efeknya berlangsung usang dapat hingga 12 jam.
  • Bisa juga dilakukan bila Anda melahirkan dengan metode waterbirth, tapi tidak dapat dilakukan bila Anda merasa mengantuk.
  • Kekurangan:
  • Bisa menciptakan Anda mengantuk, pusing, mual bahkan muntah.
  • Pethidine dapat masuk ke plasenta dan ASI, dapat menyebabkan bayi kesulitan bernapas ketika dilahirkan, terutama bila ternyata proses melahirkan berlangsung kurang dari 2 jam sesudah Anda diberikan pethidine.
  • Anda lebih sulit menyusui alasannya ialah pethidine menghipnotis refleks rooting dan menghisap bayi.
Baca juga : Ketahui Manfaat Yoga untuk Ibu Hamil 
 

Epidural

Cara kerja: Pertama Anda diinfus memakai cairan yang membantu mengatasi penurunan tekanan darah. Lalu epidural disuntikkan ke rongga epidural di penggalan bawah tulang punggung. Setelah itu dipasang kateter untuk menyalurkan epidural. Efeknya bertahan hingga 6-7 jam.
Kelebihan:
  • Paling efektif dibanding cara lain dan membantu mengontrol tekanan darah.
  • Bisa dipakai untuk proses melahirkan via cesar dan Anda dapat melihat kelahiran si bayi dan melaksanakan inisiasi menyusu dini.
  • Jika persalinan ternyata berlangsung lama, penambahan epidural dapat dilakukan dengan mudah, melalui kateter.
Kekurangan:
  • Anda “terikat” di kasur
  • Meningkatkan risiko melahirkan secara cesar
  • Meningkatkan penggunaan forcep atau vacum hingga 3 kali lipat.
  • Sebagian ibu mencicipi sakit kepala dan proses melahirkan berlangsung lebih lama.
  • Bila Anda melahirkan secara normal, Anda butuh dipandu ketika mendorong alasannya ialah Anda tidak dapat mencicipi kontraksi.

Baca juga : Inilah pengaruhnya kalau ibu hamil minum kopi 
 

Gas Entonox

Cara kerja: Dengan memakai masker, Anda hirup gas entonox ketika mencicipi kontraksi hingga kontraksi menghilang. Hanya membutuhkan waktu 35-45 detik untuk mencicipi efeknya. Ulangi lagi ketika setiap Anda mengalami kontraksi.
Kelebihan:
  • Reaksinya cepat, dapat dirasakan dalam hitungan detik.
  • Gas ini hanya “lewat” saja dalam tubuh, dapat dengan gampang dikeluarkan dari badan lewat paru-paru.
  • Mudah dipakai dan dukungan gas dalam kontrol Anda.
Kekurangan:
  • Gas entonox hanyalah penghilang rasa sakit ringan.
  • Anda juga tidak dapat pindah-pindah ruang alasannya ialah “terikat” dengan alat.
Load disqus comments

0 komentar