Senin, 17 Februari 2020

Penyakit Kanker Serviks Dan Cara Pengobatannya

Penyakit Kanker Serviks dan Cara Pengobatannya Penyakit Kanker Serviks dan Cara Pengobatannya


Penyakit Kanker Serviks dan Cara Pengobatannya. Kanker serviks menyerang pecahan serviks (cervix), yakni lubang sempit di pecahan bawah uterus yang menuju vagina. Jaringan kanker ini berkembang lambat dalam periode beberapa tahun. Bahkan sebelum kanker berkembang, sel-sel serviks mengalami perubahan abnormal (displasia) yang sanggup dideteksi melalui pap smear. Jika tidak dilakukan tindakan medis, beberapa jenis displasia serviks sanggup bermetamorfosis kanker; namun displasia servikal sanggup disembuhkan.

Beberapa faktor resiko kanker serviks:

  • Infeksi human papillomavirus (HPV) yang ditularkan melalui kekerabatan seksual.
  • Perempuan yang bekerjasama seksual dalam usia dini.
  • Berganti-ganti pasangan, atau mempunyai pasangan yang berganti-ganti pasangan.
  • Kebiasaan merokok.
  • Sering melahirkan.
  • Sistem imunitas yang lemah.
  • Riwayat keluarga yang menderita kanker.

Tanda dan Gejala Kanker Serviks


Pada tahap awal, kanker serviks mungkin tidak mengakibatkan tanda-tanda yang nyata. Dengan semakin berkembangnya kanker, penderita pengeluaran cairan vagina yang tidak normal, perdarahan vagina di antara periode menstruasi, perdarahan dan nyeri sehabis bekerjasama seksual. Pendarahan menjadi semakin berat dan lebih sering, nyeri menjadi lebih terasa di abdomen atau punggung pecahan bawah.

Teknik investigasi terbaik untuk mendiagnosis displasia serviks dan kanker serviks ialah dengan pap smear. Jika hasil investigasi pap smear memperlihatkan sel-sel yang abnormal, sangat dianjurkan untuk menjalani investigasi kolposkopi yaitu suatu alat menyerupai mikroskop untuk melihat lebih terang permukaan vagina dan serviks. Sampel jaringan diambil untuk diperiksa dengan mikroskop jikalau dilihat ketidaknormalan pada area yang dicurigai.

Jika ditemukan sel kanker, investigasi lebih lanjut mungkin diharapkan untuk memastikan apakah sel kanker sudah menyebar di luar serviks. Kanker serviks paling sering menyebar ke vagina, uterus, dinding pelvis, dan kandung kemih. Pemeriksaan pap smear tahunan dianjurkan untuk kebanyakan wanita, segera sehabis aktif bekerjasama seksual.

Pencegahan Kanker Serviks


Karena kanker serviks pada umumnya diawali dari abses HPV, pencegahan abses HPV sanggup dilakukan melalui vaksinasi. Komite dari Centers for Disease Control and Prevention atau CDC merekomendasikan bahwa vaksinasi diberikan pada anak perempuan usia 11 dan 12 dan pada usia 13 hingga 26 harus diberi vaksinasi susulan untuk memperlihatkan santunan terhadap kanker serviks di usia dewasa. Vaksin diberikan dalam tiga kali suntikan serial. Meskipun demikian vaksin tidak sanggup memberi santunan terhadap semua jenis kanker yang disebabkan oleh abses HPV. Dengan demikian investigasi pap smear tetap direkomendasikan. Penggunaan kondom selama kekerabatan seksual memberi santunan lebih terhadap abses HPV.

Baca juga : Apel turunkan resiko kanker sepotong


Cara mengobati kanker serviks

Proses pengobatan kanker serviks ialah sebagai berikut:
  • Pembedahan, merupakan metode yang paling umum dipakai untuk mengangkat kanker hingga batas lapisan terluar serviks, atau untuk menangani jaringan serviks yang mengalami perubahan prakanker.
  • Cryosurgery, yaitu dengan memakai suhu sangat masbodoh untuk menghancurkan jaringan kanker.
  • Bedah laser memakai tembakan sinar konsentrat untuk menghancurkan jaringan kanker.
  • Loop electrosurgical excision prosedure (LEEP) memakai arus listrik yang dialirkan ke kawat untuk mengangkat kanker.
  • Kemoterapi.

Prosedur cara pengobatan kanker serviks yang dipakai tersebut bergantung pada ukuran tumor dan stadium penyakit. Beberapa perempuan yang mengalami kanker serviks yang lebih luas, kemungkinan akan mengalami kekambuhan penyakit, biasanya dalam dua tahun sehabis pengobatan
Load disqus comments

0 komentar